Komentar Irjen. Pol. (Purn) Dr. Adnas, M.Si Terhadap Debat Capres Cawapres Ketiga: Ganjar Pranowo Tidak Etis

Jakarta, Hallaw.com — Irjen. Pol. (Purn) Dr. Adnas, M.Si memberikan tanggapannya terhadap debat Capres cawapres yang ketiga, khususnya terkait penampilan Ganjar Pranowo dan sikap Prabowo Subianto. Menurut Irjen. Adnas, Ganjar terlihat berusaha menciptakan citra sebagai pakar pertahanan dan sebagai seorang akademisi yang berbicara berdasarkan data. Irjen. Adnas juga menyoroti pentingnya melihat data dengan cermat untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif.

“Saya rasa pak Ganjar agar supaya kelihatannya dia adalah pakar pertahanan dan satu lagi seorang yang akademisi dalam berbicara berdasarkan data. Padahal itu semua salah dan tidak berdasar”. Ucap Adnas.

Adnas juga mencakup tanggapannya terhadap keputusan Ganjar untuk menghadirkan seorang pakar sebagai pendampingnya. Irjen. Adnas menyatakan bahwa ini merupakan satu-satunya peserta dalam debat tersebut yang meminta kehadiran pakar untuk membaca data yang dibawa oleh Ganjar, menyebutnya sebagai langkah yang mungkin dimaksudkan untuk memberikan kesan, agar Prabowo terlihat tidak mengerti dalam membaca data.

Lebih lanjut, Irjen. Adnas memberikan kritik terhadap Prabowo Subianto, menilai bahwa sikapnya tidak etis ketika menyampaikan bahwa Prabowo tidak mengerti tentang pertahanan dan keamanan. Irjen. Adnas menekankan bahwa Prabowo, sebagai seorang prajurit dan pejuang, seharusnya lebih memahami isu-isu tersebut. Dia juga mengkritik keputusan Ganjar untuk menghadirkan seorang pendamping, menganggapnya sebagai sikap yang tidak etis karena mengesampingkan pengalaman dan pemahaman Prabowo sebagai seorang prajurit dengan meminta agar pak Prabowo di dampingi pakar pertahanan untuk membaca analisa pertahanan dengan data yang di bawa oleh Ganjar.

“Terbuktik data Ganjar itu salah, kita dapat membuktikan itu dari website https://www.globalfirepower.com terlihat disana, Indonesia justru mengalami peningkatan rengking militer, yang berada di posisi 13 dunia. dan juga dapat di lihat di https://power.lowyinstitute.org yang mana Indonesia tetap stabil, tidak turun dan tidan meningkat.” Tambah Adnas.

Irjen. Adnas juga mencermati adanya kritik terhadap Prabowo yang tidak bersalaman dengan peserta debat. Ia menilai tindakan tersebut tidak etis dan menunjukkan adanya arogansi. Namun, di sisi lain, Irjen. Adnas mencoba memberikan pandangan yang lebih positif terhadap Prabowo, menyatakan bahwa beliau mungkin memiliki niat baik untuk memajukan bangsa dan meninggalkan warisan terbaik.

Secara keseluruhan, tanggapan Irjen. Adnas menciptakan gambaran yang kompleks tentang dinamika debat dan politik nasional, mencerminkan perbedaan pandangan dan etika di antara tokoh-tokoh politik yang bersaing menjelang pemilihan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *