Pengacara Terjebak dalam Kasus Dugaan Keterangan Palsu Akibat Membantu Kliennya

Jakarta – Sebuah kisah tragis menimpa seorang pengacara berdarah Batak, Razman Arif Nasution, yang mendapati dirinya terperangkap dalam kasus dugaan keterangan palsu setelah membantu mantan kliennya, Iqlima Kim.

Razman Arif Nasution awalnya menerima permohonan tolong dari Iqlima Kim yang sedang berada dalam keadaan memprihatinkan. Mantan asisten pribadi Hotman Paris itu mengaku dilecehkan dan terlantar setelah hubungan mereka putus, bahkan mencoba untuk bunuh diri.

“Mengaku dilecehkan Hotman ke saya sebagai seorang pengacara. Mereka putus dan Iqlima Kim berusaha untuk bunuh diri, datang menangis-nangis, sampai silet-silet leher,” ungkap Razman Arif Nasution saat diwawancarai di Polda Metro Jaya.

Tergerak oleh situasi sulit yang dihadapi Iqlima Kim, Razman pun memberikan bantuannya. Namun, ironisnya, kebaikan hati pengacara tersebut malah berbalik menjadi bumerang baginya. Iqlima Kim menggunakan keterangan yang diberikan Razman sebagai senjata untuk menjeratnya dalam kasus dugaan keterangan palsu.

“Saya merasa dijebak, ya di awal dia berkomunikasi, nangis, memberikan data-data semua, kemudian dia dengan seenak perutnya bilang tidak pernah tanda tangan surat kuasa, tidak pernah menceritakan ada pelecehan, terus apa itu yang dia tanda tangani?” ungkap Razman Arif Nasution dengan rasa kebingungan.

Razman tidak menyerah begitu saja. Ia mencoba membuktikan kebenaran atas keterangannya dengan meminta cek laboratorium dari Mabes Polri. Semua bukti dan data ada di sana, dan Razman berharap kebenaran akan terungkap.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang kebenaran, integritas, dan batas antara seorang pengacara dan kliennya. Sejauh mana tanggung jawab seorang pengacara dalam membantu klien yang membutuhkan? Apakah kepercayaan dan empati seorang pengacara perlu dikompromikan karena potensi risiko hukum yang tidak terduga?

Kisah Razman Arif Nasution menjadi peringatan bagi para pengacara dan klien bahwa kebenaran dan integritas adalah pilar utama dalam sistem peradilan kita. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak, dan semoga keadilan segera terwujud dalam proses hukum yang berlangsung.

Penulis: Efrath Sihombing
Tanggal Publikasi: Senin, 7 Agustus 2023
Sumber: Detik Hot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *