“ Sudah Lengser Masih Mengintimidasi Kebebasan Hakim Memutuskan Perkara, Apakah Layak disebut Pendekar Hukum”

Jakarta, Hallaw.com — Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD, mengeluarkan peringatan tegas kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) agar tidak memperlakukan gugatan dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dengan ringan. Hal ini disampaikan oleh Mahfud dalam acara “Tabrak, Prof!” di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (5/2).

Mahfud menegaskan bahwa PTUN TIDAK BOLEH mengabulkan gugatan Anwar Usman yang menuntut pembatalan keputusan pengangkatan Suhartoyo sebagai ketua baru MK.

“Berkata lagi, karena PTUN itu hanya mengadili keputusan tata usaha negara yang bersifat konkret, individual, dan final, sedangkan keputusan MKMK (Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi) ini bukan keputusan tata negara, melainkan keputusan profesional dewan etik,” ujarnya.

Mahfud juga membandingkan gugatan Anwar Usman dengan kasus lain, seperti putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) yang tidak mempengaruhi pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.

“Sama dengan soal kasus Mahkamah konstitusi. Pembuatan keputusannya itu melanggar etika yang sangat berat, sehingga Mas Gibran lolos dengan cara melanggar etika, tetapi menurut konstitusi, oke, tetap jalan, tetapi yang dihukum adalah siapa-siapa yang melanggar,” jelasnya.

Sebelumnya, Anwar Usman telah mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta meminta pembatalan keputusan pengangkatan Suhartoyo sebagai Ketua MK. Dalam gugatannya, Anwar meminta keputusan tersebut dinyatakan tidak sah dan Suhartoyo diminta untuk merehabilitasi nama baiknya serta memulihkan kedudukan Anwar sebagai Ketua MK.

Peringatan keras Mahfud ini menunjukkan adanya intervensi kenandirian Hakim, betapa seriusnya isu ini dalam ranah hukum dan kelembagaan negara, serta menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme lembaga peradilan dalam menangani kasus-kasus yang sensitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *